Bacaan: Ulangan 6:10-19 NATS: Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan (Ulangan 6:12) Bagi banyak orang, hidup ini tampak menyenangkan. Pekerjaan mereka berhasil. Rumah atau apartemen tidak butuh diperbaiki. Rekening uang di bank mereka surplus. Keluarga sehat dan bahagia. Teman-teman pun setia. Akan tetapi, saat yang menyenangkan dapat menimbulkan bahaya. Pada saat seperti itu, kenyamanan dan kesenangan duniawi dapat menjadi sangat penting sehingga kita tidak memberi banyak tempat bagi Allah dalam pikiran kita. Kesejahteraan dapat segera menjadi tolok ukur kepuasan hidup. Allah tahu bahwa hal seperti di atas dapat terjadi pada anak-anak-Nya pada saat mereka memasuki Tanah Perjanjian. Oleh sebab itu, Dia mengingatkan mereka agar tidak melupakan sumber dari segala anugerah yang mereka terima (Ulangan 6:12). Dia memberi perintah yang jelas agar mereka: o takut kepada Tuhan (ayat 13); o melayani Dia (ayat 13); o tidak berpaling kepada ilah-ilah lain (ayat 14); o tidak mencobai Tuhan (ayat 16); o berpegang pada perintah-perintah-Nya (ayat 17); dan o melakukan apa yang baik dan benar (ayat 18). Para sejarawan pernah berujar bahwa dorongan iman biasanya menurun pada saat-saat yang sejahtera. Namun, hal itu tak perlu terjadi pada kita jika kita belajar dari pengalaman orang Israel dan patuh pada perintah-Nya. Marilah kita selalu mengingat Allah, terutama ketika semua terasa indah --HVL KESEJAHTERAAN DAPAT MENJADI ALAT PENGUJI KARAKTER YANG LEBIH BAIK DARIPADA KEMISKINAN
Bagi-bagi pengalaman hidup yang berkaitan dengan Karir/pekerjaan, Cinta, Keuangan, Perenungan dan hal-hal yang menarik dan positip selama mengarungi gelombang Kehidupan yang bisa dishearingkan buat teman, sahabat atau keluarga.
02 November 2013
01 November 2013
Dia Selalu Mengawasi
Bacaan: Mazmur 34 NATS: Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya (Mazmur 33:18) Marcie (nama samaran) sudah putus dengan pacarnya, dan sekarang bekas pacarnya itu terus mengganggunya. Ia mengikuti Marcie, mengawasi dan mengintimidasinya dengan cara-cara halus. Marcie selalu menghindar sebisanya. Suatu kali ada satu kesempatan yang tak dapat dihindari Marcie, yaitu pada saat pertandingan football. Saat itu Marcie menjadi pemandu sorak. Selama satu pertandingan, pemuda ini terus berdiri di bahu kanan lapangan, dan berhadapan langsung dengan kelompok pemandu sorak. Di sudut itu ia terus mengawasi Marcie. Ibu dan ayah tiri Marcie, yang duduk di barisan penonton, mengetahui hal ini dan menyadari bahwa putrinya semakin ketakutan. Pada saat istirahat, Marcie bergegas menuju tempat duduk orangtuanya. Dengan tatapan panik, ia berkata "Apakah Ayah melihat ia di sana?" "Ya, Ayah melihatnya," jawab sang ayah. "Ayah memerhatikan dan tak akan pernah melepaskan pandangan darimu." Mendengar hal ini Marcie merasa lega karena tahu ayah tirinya mengerti apa yang sedang dialaminya. Akhirnya dengan tenang Marcie kembali bergabung dengan teman-teman pemandu sorak lainnya. Salah satu sukacita menjadi orang yang beriman kepada Yesus Kristus adalah kita tahu bahwa Bapa senantiasa mengawasi kita dari surga. Janji Allah seperti yang dikatakan Daud dalam Mazmur pada bacaan hari ini, berlaku bagi kita di mana pun. Apa pun yang menghadang kita, "mata Tuhan" akan terarah kepada kita dan telinga-Nya tertuju "kepada teriak [kita] minta tolong"(Mazmur 34:16). Allah tak pernah melepaskan pandangan-Nya dari kita --DCE JIKA BURUNG-BURUNG PIPIT DIJAGA-NYA MAKA SAYA TAHU TENTU DIA JUGA MENJAGA SAYA --Martin
29 Oktober 2013
Kekaguman menjadi Pujian
Bacaan: Wahyu 1:9-18 NATS: Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib (Mazmur 9:2) Apakah kegiatan terbesar yang dapat menyita waktu? Penyembahan kepada Allah! Penyembahan bukanlah suatu ritual yang terburu-buru, doa-doa rutin, atau mendengarkan musik merdu merayu. Penyembahan adalah pengalaman "hanyut dalam kekaguman, cinta, dan doa," seperti tulisan Charles Wesley. Penyembahan adalah kekaguman yang menuntun kita untuk memuji Dia. Ketika pertama kali melihat Grand Canyon, saya tidak dapat berkata apa-apa. Teman yang mengantar saya ke sana memahami reaksi saya dan berdiri mematung di sebelah saya. Saya terkesima mengagumi pemandangan dahsyat di depan mata dan berpikir, "Inilah sekilas kebesaran Allah". Namun, kekaguman saya itu bukanlah penyembahan. Tanggapan saya berbeda ketika bertatap muka dengan Yesus saat membaca Kitab Suci. Kekaguman saya berubah menjadi pujian ketika saya melihat Dia dalam segala keindahan-Nya. Siapakah yang memelihara jiwa saya? Kesucian-Nya tak bernoda: "Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?" (Yohanes 8:46). Kebijaksanaan-Nya tiada bandingnya: "Belum pernah seorang pun berkata seperti orang itu!" (Yohanes 7:46). Belas kasih-Nya tak terbatas: "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka" (Matius 9:36). Keagungan-Nya luar biasa: "Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka" (Matius 17: 2) Begitu mengenal Yesus yang telah tertulis di dalam Injil, kekaguman saya berubah menjadi pujian. Saya bersujud dalam penyembahan dan berseru seperti Tomas: "Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28) -VCG PENYEMBAHAN YANG SEJATI KEPADA KRISTUS AKAN MENGUBAH KEKAGUMAN MENJADI PUJIAN
Apa yg Anda Katakan
Bacaan: Mazmur 15 NATS: Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela (Mazmur 15:1,2) Pada Santa Clara University di Kalifornia, seorang peneliti melakukan penelitian terhadap 1.500 orang manajer di bidang bisnis, yang menunjukkan nilai yang paling dihargai oleh karyawan dari seorang pemimpin. Para karyawan tersebut mengatakan bahwa mereka menghargai pemimpin yang dapat menunjukkan kompetensi, mampu memberikan inspirasi kepada para pekerja, dan pandai memberikan arahan. Akan tetapi, ada sifat keempat yang lebih mereka kagumi, yaitu integritas. Lebih dari segalanya, para pekerja menginginkan seorang manajer yang memiliki perkataan yang baik, yang terkenal dengan kejujurannya, dan yang dapat dipercaya. Walaupun temuan dari hasil penelitian ini sangat penting bagi para manajer kristiani, temuan ini juga menyampaikan sesuatu bagi setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus. Integritas harus menjadi ciri semua orang yang percaya kepada Kristus, apa pun posisi mereka. Menurut kitab Mazmur 15, kebenaran menjadi inti setiap perkataan dan perbuatan orang kudus. Karena Allah selalu menepati kata-kata-Nya, maka wajar kiranya apabila orang kudus dikenal sebagai orang yang tindakannya sesuai dengan apa yang ia katakan. Kita semua perlu lebih hati-hati dalam menjaga integritas kita. Apakah orang-orang di sekitar kita mengagumi kejujuran kita? Apakah Tuhan melihat kita dengan setia melakukan apa yang kita katakan-bahkan apabila hal itu akan menyakitkan bagi kita? (Mazmur 15:4) -MRD II HANYA DENGAN HIDUP JUJUR KITA DAPAT SEMAKIN BERMARTABAT DI MATA ORANG LAIN
22 Oktober 2013
Itu Pilihan Anda
Bacaan: Yosua 24:1-15 NATS: Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah (Yosua 24:15) Ketika Yosua hampir mendekati akhir masa hidupnya, ia mengumpulkan semua suku bangsa Israel di Sikhem. Dan di sana, dari bibir orang yang hampir mendekati ajal, muncullah suatu seruan yang telah menggerakkan hati banyak orang selama berabad-abad lamanya. Pada kesempatan itu Yosua berkata demikian, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah” (Yosua 24:15). Tantangan yang diucapkan oleh Yosua ini, apabila dilihat dari sudut pandang Perjanjian Baru, akan menyatakan tiga pelajaran yang penting berkaitan dengan keselamatan kita. Pelajaran yang pertama adalah, kita harus membuat pilihan antara Allah dan setan. Apabila kita menolak Kristus, maka otomatis kita akan berada di pihak setan. Yesus pernah berkata, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku” (Matius 12: 30). Kedua, pilihan ini merupakan keputusan pribadi. Yosua mengatakan, “Pilihlah … kepada siapa kamu akan beribadah.” Melalui iman kepada Yesus Kristus, kita bisa dilahirkan kembali dan menjadi anak Allah. Tetapi kita sendiri harus mengambil keputusan secara pribadi untuk percaya. Ketiga, terdapat desakan di dalam seruan ini. “Pilihlah pada hari ini”, bukan bulan depan, bukan seminggu dari hari ini, bukan besok, tetapi hari ini. Apakah Anda sudah mengambil keputusan yang sangat penting ini? Apakah Anda memercayai Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat? Jika belum, lakukanlah sekarang! Ingat, pilihan berada di tangan Anda -RWD SEKARANG WAKTUNYA UNTUK MEMILIH TUHAN BESOK MUNGKIN SUDAH TERLALU TERLAMBAT
20 Oktober 2013
Kedamaian dalam Badai
Bacaan: Yesaya 26:1-4 NATS: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya (Yesaya 26:3) Terkadang hidup ini sepertinya terasa sangat berat. Tubuh yang sakit, keputusan yang sulit, kesulitan finansial, kematian orang yang kita sayangi, atau impian yang hancur selalu mengancam hidup kita. Kita menjadi ketakutan dan merasa bingung. Kita bahkan merasa sulit untuk menaikkan doa karena diliputi oleh keraguan. Kita yang mengenal Tuhan melalui iman pribadi kepada Kristus, dapat merasakan ketenangan ketika berada di tengah badai hidup, meskipun angin ribut pencobaan mengempaskan kita. Kita dapat merasakan kedamaian pikiran dan ketenangan batin. Richard Fuller, seorang pelayan Allah yang hidup pada abad 19, bercerita tentang seorang pelaut tua yang berkata, "Dalam badai yang ganas, kita harus menempatkan kapal pada posisi yang tepat dan menjaganya agar tetap berada di situ." Fuller berkata, "Orang-orang kristiani, seperti itulah yang harus kalian lakukan .... Kalian harus menempatkan jiwa kalian pada satu posisi dan menjaganya. Kalian harus tetap bergantung pada Tuhan; dan ketika berbagai hal menghadang, misalnya angin ribut, gelombang, laut yang membentang, petir, kilat, batu karang, apa pun itu, kalian harus berpegang teguh pada kesetiaan Allah dan kasih-Nya yang tiada akhir dalam diri Kristus." Apakah Anda sedang dirundung masalah? Belajarlah dari pelaut tua tadi. Arahkan pikiran Anda kepada Tuhan. Mintalah pertolongan-Nya, kemudian percayalah kepada-Nya bahwa Dia akan memberi Anda kedamaian di tengah badai yang Anda hadapi (Filipi 4:6,7) -RWD RAHASIA UNTUK MENIKMATI KEDAMAIAN ADALAH MENYERAHKAN SEGENAP KEKHAWATIRAN KITA KEPADA ALLAH
19 Oktober 2013
Syukur
KUNJUNGAN RASA SYUKUR Bacaan: Roma 16:1-16 NATS: Aku meminta perhatianmu terhadap Febe .... Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri (Roma 16:1,2) Berdasarkan penelitian beberapa dokter di Amerika Serikat, menghitung berkat yang Anda terima dapat meningkatkan kesehatan jasmani. Para sukarelawan yang mencatat berkat setiap minggu, lebih jarang mengeluh sakit dan tidak enak badan dibanding para sukarelawan yang hanya mencatat pertengkaran-pertengkaran atau kejadian biasa setiap hari. "Kunjungan rasa syukur" dikembangkan oleh Dr. Martin E.P. Seligman untuk meningkatkan kesehatan emosi yang kuat. Ia memberi anjuran kepada orang-orang agar memikirkan seseorang yang telah membuat perubahan besar dalam hidup mereka. Ia meminta mereka untuk menuliskan kisah tentang bagaimana orang itu telah membantu mereka, mengunjungi orang tersebut, dan membacakan kisahnya keras-keras. Tes itu menunjukkan bahwa setahun kemudian, orang-orang yang melakukan itu menjadi lebih bahagia dan dilaporkan bahwa tingkat depresi mereka berkurang. Bahkan yang lebih penting adalah mereka memikirkan bagaimana cara berterima kasih kepada orang yang berarti bagi mereka! Rasul Paulus memiliki daftar panjang orang-orang yang telah membantunya dan kepada siapa ia berutang budi (Roma 16:1-16). Ia menulis bahwa Febe telah "menjadi pelayan", Priska dan Akwila telah "mempertaruhkan nyawa" baginya, dan Maria telah "bekerja keras" untuknya. Ia menghabiskan waktu untuk menuliskan rasa terima kasihnya dalam sebuah surat kepada jemaat di Roma. Siapakah yang telah membantu untuk membentuk kehidupan Anda? Dapatkah Anda melakukan kunjungan syukur, demi kebaikan mereka dan diri Anda? -AMC RASA SYUKUR JANGAN HANYA DILAKUKAN KADANG-KADANG TETAPI JADIKANLAH SEBAGAI SUATU KEBIASAAN