Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan

06 Agustus 2014

Terhindar Dari Kematian

Bacaan: Kolose 1:24-29 NATS: Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1Korintus 6:20)

Pada 6 Agustus 1945, Kanji Araki, yang waktu itu masih balita, sedang bermain di lantai. Meskipun sirene tanda bahaya akan adanya serangan udara telah berbunyi, hanya sedikit orang yang memedulikannya, sebab Hiroshima sebelumnya sudah pernah terhindar dari pengeboman. Kemudian sebuah kilat yang menyilaukan menerangi langit. Udara yang sangat panas berembus sangat cepat, merobohkan bangunan-bangunan, dan membakar pusat kota. Setelah pengeboman nuklir tersebut, nenek, saudara laki-laki dan perempuan Kanji meninggal dunia karena terkena radiasi. Ketika Kanji tumbuh besar, ia mengalami konflik batin tentang orang-orang yang menderita dan meninggal dunia karena bom itu. Orangtuanya adalah orang kristiani, tetapi Kanji memilih tidak beragama. Meskipun demikian, ia merasakan kekosongan yang semakin besar di hatinya. Ia kemudian mulai belajar Alkitab untuk menemukan sendiri siapakah Yesus itu. Pada suatu titik balik dalam jiwanya, Kanji pun menaruh iman kepada Kristus, dan seketika hatinya yang kosong dipenuhi oleh jaminan yang sangat indah dari Allah. Pada saat Tuhan menuntunnya untuk melayani, ia mengutip 1Korintus 6:20 dan berkata, "Saya sudah dihindarkan dari kematian supaya hidup saya memiliki makna yang lebih tinggi untuk melayani Allah." Rasul Paulus juga telah terhindar dari kematian agar dapat melayani Allah. "Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu" (Kolose 1:25). Apakah yang telah Allah percayakan kepada Anda? -HDF MENGENAL ALLAH DAPAT MEMBERI MAKNA PADA HIDUP MENAATI ALLAH DAPAT MEMBERI TUJUAN PADA HIDUP

24 Agustus 2013

Kematian yg Berharga

ALLAH TURUT MENANGIS Bacaan: Mazmur 116 NATS: Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Apa yang dimaksud dalam Mazmur 116:15, "Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya"? Tentunya Allah tidak menemukan kesenangan dari kematian anak-anak-Nya! Jika ya, mengapa pemazmur memuji Allah karena Dia telah menghindarkannya dari kematian? Lalu, mengapa Yesus merintih dan mencucurkan air mata saat melihat dukacita di kubur Lazarus (Yohanes 11:33-35)? Saya setuju dengan para ahli Kitab Suci yang menerjemahkan Mazmur 116:15 menjadi "Mahal di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya." Di dunia ini, kematian Anda akan segera dilupakan semua orang, kecuali jika Anda seorang selebriti. Mungkin, yang tak akan melupakan Anda hanya sekelompok teman dan sahabat. Namun, Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Allah juga merasakan penderitaan serta kepedihan yang dirasakan oleh mereka yang kehilangan. Bahkan, kematian orang-orang percaya yang rendah hati bisa sangat menyakiti hati-Nya. Baru-baru ini, pemikiran ini muncul di benak saya saat menghadiri pemakaman saudara saya, Tunis. Keluarga dan pendetanya memuji belas kasihan, kebaikan, dan kemurahan hatinya. Sesudah itu, orang-orang yang mengenalnya sebagai pengusaha membicarakan setiap kebaikannya. Meskipun ia hanya satu di antara sekian banyak pengumuman kematian di koran, kematiannya merupakan sebuah kehilangan besar bagi kami yang mengenal dekat dan mencintainya. Dan, sungguh melegakan ketika mengetahui bahwa saat Allah menerima kematiannya, Dia turut merasakan kepedihan kita. Dari situ, saya percaya Dia juga sedang mencucurkan air mata bersama kita --HVL ALLAH TURUT MERASAKAN PENDERITAAN KITA