Bagi-bagi pengalaman hidup yang berkaitan dengan Karir/pekerjaan, Cinta, Keuangan, Perenungan dan hal-hal yang menarik dan positip selama mengarungi gelombang Kehidupan yang bisa dishearingkan buat teman, sahabat atau keluarga.
04 Mei 2015
Elista Village, Paramount Land
29 Agustus 2014
S O S
14 Agustus 2014
Air
Sharing. Dari Dokter. Jantung. : KEKENTALAN DARAH DLM TUBUH,BAGAIMANA BISA TERJADI?
Ada satu pertanyaan:
Mengapa kita hrs minum AIR putih banyak2..?
Sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah
pertanyaan jujur hrs dijawab dgn jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:
Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari AIR..
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yg memiliki kadar air di atas 80%.
Dua organ paling penting dgn kadar air di atas 80% adalah:
OTAK dan DARAH.
☺ Otak memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara Darah memiliki Komponen Air sebanyak 95%.
Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih sehari.
Jumlah di atas hrs ditambah bagi seorg PEROKOK..!
Air sebanyak itu diperlukan utk mengganti cairan yg keluar dari tubuh kita lewat Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekresi.
Apa yg terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 Liter sehari..??
Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya?
Dgn jalan "Menghisap" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: DARAH..!!
Darah yg dihisap Airnya akan menjadi Kental.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar
ketimbang Darah Encer.
Saat melewati Ginjal
(tempat menyaring Racun dari Darah),
Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.
Dan karena Saringan dlm Ginjal halus, tidak jarang Darah yg kental bisa menyebabkan perobekan pada Glomerulus Ginjal.
Akibatnya,
Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus,
Anda mungkin suatu saat hrs mengeluarkan 2 jt Rupiah seminggu utk Cuci Darah.
Bgm dgn OTAK?
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat.
Otak tdk lagi "Encer", krn Sel2 Otak adalah yg paling boros mengkonsumsi Makanan & Oksigen, ini yg mengakibatkan STROKE...!!
Jika anda menshare ini kepada 1 orang artinya anda sdh dpt menyelamatkan 1 nyawa.;)
06 Agustus 2014
Terhindar Dari Kematian
Bacaan: Kolose 1:24-29 NATS: Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1Korintus 6:20)
Pada 6 Agustus 1945, Kanji Araki, yang waktu itu masih balita, sedang bermain di lantai. Meskipun sirene tanda bahaya akan adanya serangan udara telah berbunyi, hanya sedikit orang yang memedulikannya, sebab Hiroshima sebelumnya sudah pernah terhindar dari pengeboman. Kemudian sebuah kilat yang menyilaukan menerangi langit. Udara yang sangat panas berembus sangat cepat, merobohkan bangunan-bangunan, dan membakar pusat kota. Setelah pengeboman nuklir tersebut, nenek, saudara laki-laki dan perempuan Kanji meninggal dunia karena terkena radiasi. Ketika Kanji tumbuh besar, ia mengalami konflik batin tentang orang-orang yang menderita dan meninggal dunia karena bom itu. Orangtuanya adalah orang kristiani, tetapi Kanji memilih tidak beragama. Meskipun demikian, ia merasakan kekosongan yang semakin besar di hatinya. Ia kemudian mulai belajar Alkitab untuk menemukan sendiri siapakah Yesus itu. Pada suatu titik balik dalam jiwanya, Kanji pun menaruh iman kepada Kristus, dan seketika hatinya yang kosong dipenuhi oleh jaminan yang sangat indah dari Allah. Pada saat Tuhan menuntunnya untuk melayani, ia mengutip 1Korintus 6:20 dan berkata, "Saya sudah dihindarkan dari kematian supaya hidup saya memiliki makna yang lebih tinggi untuk melayani Allah." Rasul Paulus juga telah terhindar dari kematian agar dapat melayani Allah. "Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu" (Kolose 1:25). Apakah yang telah Allah percayakan kepada Anda? -HDF MENGENAL ALLAH DAPAT MEMBERI MAKNA PADA HIDUP MENAATI ALLAH DAPAT MEMBERI TUJUAN PADA HIDUP
08 November 2013
Hidup yg Luas
Bacaan: 2Korintus 6:1-13 NATS: Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu (2Korintus 6:11) Sebuah majalah mengenai perahu melaporkan bahwa Serenity, Time Out, Serendipity, dan Reel Time adalah beberapa nama paling populer yang biasanya dipakai untuk memberi nama perahu. Belum lama ini, saya melihat nama Living Large pada sebuah perahu di sebuah dermaga kecil di Grand Haven, Michigan. Saya tidak tahu makna nama itu bagi pemiliknya, tetapi bagi banyak orang, "hidup yang luas" (living large) berarti memiliki harta benda yang terbaik, berlibur ke tempat-tempat yang paling eksotis, membeli segala sesuatu yang Anda inginkan, hidup mewah. Akan tetapi, hidup semacam itu tidak membawa kita kepada tujuan atau kepuasan sejati. Para pengikut Yesus Kristus menjalani hidup yang penuh dengan cara berbeda, seperti terlihat dalam teladan Rasul Paulus dan rekan kerjanya, Timotius. Paulus berkata kepada jemaat Korintus, "Hati kami terbuka lebar-lebar" (2 Korintus 6:11). Alkitab versi King James menerjemahkannya demikian: "Hati kami membesar." Mereka telah menunjukkan kasih sepenuh hati kepada jemaat, sama seperti yang dilakukan seorang ayah kepada anak-anaknya ketika ia memeluk mereka. Sekarang mereka mengharapkan tanggapan yang sama. Maka, Paulus meminta, "Sekarang, supaya timbal balik ... Bukalah hati kamu selebar-lebarnya" (ayat 13). Seseorang yang memiliki hati yang terbuka menunjukkan kasihnya melalui kata-kata dan tindakan, dengan bebas dan murah hati. Sebagai orang-orang percaya, mari kita miliki hidup yang luas dan secara bebas menyambut serta memeluk sesama dengan kasih --AMC ORANG-ORANG YANG TIDAK MENUNJUKKAN KASIH BENAR-BENAR TIDAK BISA MENGASIHI --Shakespeare
06 November 2013
Pilihan
Bacaan: Ulangan 30:15-20 NATS: Ingatlah, Aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan (Ulangan 30:15) Anda pasti mengenal John Wilkes Booth yang terkenal karena perbuatan buruknya. Ia membunuh Presiden Abraham Lincoln pada tahun 1865. Akan tetapi, apakah Anda juga pernah mendengar tentang Edwin Booth, kakak tertua John? Edwin, seorang aktor terkenal, sedang menunggu kereta di stasiun kota Jersey ketika ia melihat seseorang terpeleset dan hampir jatuh dari pinggiran pintu kereta. Edwin segera meraih kerah kemeja laki-laki tersebut dan menariknya untuk menyelamatkannya -- Edwin telah menghindarkannya dari luka serius atau kematian. Siapakah lelaki yang diselamatkan itu? Lelaki itu adalah Robert, putra Abraham Lincoln, seorang prajurit yang ikut dalam Perang Saudara. Alangkah ironisnya! Seseorang yang menyelamatkan putra Abraham Lincoln mempunyai saudara laki-laki yang tidak lama kemudian membunuh sang presiden. Yang satu menyelamatkan kehidupan; yang satunya mengambil kehidupan. Satu memilih hidup; yang satu lagi memilih mati. Tuhan memberi umat-Nya sebuah pilihan antara hidup atau mati: Mereka dapat mengasihi Allah dan mematuhi perintah-Nya atau menyembah dan melayani ilah yang lain (Ulangan 30:16). Dia berkata, "... kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan"(ayat 19). Kita pun harus memilih kehidupan atau kematian. Kita bisa menerima Yesus sebagai Juru Selamat kita dan hidup bersama Dia selamanya. Pilihan yang kedua, kita menolak Dia dan hidup dalam kegelapan selamanya tanpa Dia. Pilihan yang terbaik sudah jelas. Terimalah anugerah Allah, yaitu putra-Nya Yesus. Pilihlah kehidupan! --AMC PILIHAN ANDA HARI INI MENENTUKAN MASA DEPAN ANDA
05 November 2013
Batasan
Bacaan: Yeremia 5:20-29 NATS: [Allah] yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut (Yeremia 5:22) Tidak ada tahun yang berlalu tanpa bencana alam yang menyebabkan kekacauan di suatu tempat di dunia ini. Banjir, badai, dan tsunami menghancurkan kehidupan, rumah-rumah, dan sumber penghidupan. Tak seorang pun berpendapat bahwa laut memiliki "hak" untuk melanggar batas yang ditetapkan dan menerjang garis pantai. Sebenarnya, semua orang setuju bahwa bencana akan muncul jika laut melanggar garis pantai. Allah sendiri telah "membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut" (Yeremia 5:22). Allah juga menetapkan batas-batas untuk perilaku manusia. Namun, tak ada hari berlalu tanpa pelanggaran yang tak terhitung banyaknya terhadap perintah-Nya. Dan, itu semua menyebabkan kerusakan fisik dan rohani. Yang mengherankan, kita sering berpendapat bahwa kita memiliki "hak" untuk melanggar batas-batas ini. Pada zaman Nabi Yeremia, umat Allah juga telah melanggar batas. Mereka menggunakan tipu daya untuk menjadi kaya dan menolak untuk membela orang-orang miskin (5:27,28). Akibatnya adalah bencana. Allah berkata, "Dosamu menghambat yang baik dari padamu" (ayat 25). Dalam diri setiap ciptaan Allah, terdapat suatu tatanan yang sudah melekat sejak awal. Melanggar tatanan berarti menanggung konsekuensi yang melekat pada pelanggaran itu. Allah dalam kebaikan-Nya, dengan penuh kasih dan dalam cara yang mudah dipahami, mengomunikasikan tantanan tersebut kepada kita supaya kita bisa menghindari akibatnya. Mengetahui dan tinggal dalam batas-batas yang telah ditetapkan-Nya adalah tindakan yang bijaksana --JAL MENGABAIKAN TATANAN ALLAH MEMBAWA KEPADA KEKACAUAN!
02 November 2013
Saat semua tampak indah
Bacaan: Ulangan 6:10-19 NATS: Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan (Ulangan 6:12) Bagi banyak orang, hidup ini tampak menyenangkan. Pekerjaan mereka berhasil. Rumah atau apartemen tidak butuh diperbaiki. Rekening uang di bank mereka surplus. Keluarga sehat dan bahagia. Teman-teman pun setia. Akan tetapi, saat yang menyenangkan dapat menimbulkan bahaya. Pada saat seperti itu, kenyamanan dan kesenangan duniawi dapat menjadi sangat penting sehingga kita tidak memberi banyak tempat bagi Allah dalam pikiran kita. Kesejahteraan dapat segera menjadi tolok ukur kepuasan hidup. Allah tahu bahwa hal seperti di atas dapat terjadi pada anak-anak-Nya pada saat mereka memasuki Tanah Perjanjian. Oleh sebab itu, Dia mengingatkan mereka agar tidak melupakan sumber dari segala anugerah yang mereka terima (Ulangan 6:12). Dia memberi perintah yang jelas agar mereka: o takut kepada Tuhan (ayat 13); o melayani Dia (ayat 13); o tidak berpaling kepada ilah-ilah lain (ayat 14); o tidak mencobai Tuhan (ayat 16); o berpegang pada perintah-perintah-Nya (ayat 17); dan o melakukan apa yang baik dan benar (ayat 18). Para sejarawan pernah berujar bahwa dorongan iman biasanya menurun pada saat-saat yang sejahtera. Namun, hal itu tak perlu terjadi pada kita jika kita belajar dari pengalaman orang Israel dan patuh pada perintah-Nya. Marilah kita selalu mengingat Allah, terutama ketika semua terasa indah --HVL KESEJAHTERAAN DAPAT MENJADI ALAT PENGUJI KARAKTER YANG LEBIH BAIK DARIPADA KEMISKINAN
01 November 2013
Dia Selalu Mengawasi
Bacaan: Mazmur 34 NATS: Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya (Mazmur 33:18) Marcie (nama samaran) sudah putus dengan pacarnya, dan sekarang bekas pacarnya itu terus mengganggunya. Ia mengikuti Marcie, mengawasi dan mengintimidasinya dengan cara-cara halus. Marcie selalu menghindar sebisanya. Suatu kali ada satu kesempatan yang tak dapat dihindari Marcie, yaitu pada saat pertandingan football. Saat itu Marcie menjadi pemandu sorak. Selama satu pertandingan, pemuda ini terus berdiri di bahu kanan lapangan, dan berhadapan langsung dengan kelompok pemandu sorak. Di sudut itu ia terus mengawasi Marcie. Ibu dan ayah tiri Marcie, yang duduk di barisan penonton, mengetahui hal ini dan menyadari bahwa putrinya semakin ketakutan. Pada saat istirahat, Marcie bergegas menuju tempat duduk orangtuanya. Dengan tatapan panik, ia berkata "Apakah Ayah melihat ia di sana?" "Ya, Ayah melihatnya," jawab sang ayah. "Ayah memerhatikan dan tak akan pernah melepaskan pandangan darimu." Mendengar hal ini Marcie merasa lega karena tahu ayah tirinya mengerti apa yang sedang dialaminya. Akhirnya dengan tenang Marcie kembali bergabung dengan teman-teman pemandu sorak lainnya. Salah satu sukacita menjadi orang yang beriman kepada Yesus Kristus adalah kita tahu bahwa Bapa senantiasa mengawasi kita dari surga. Janji Allah seperti yang dikatakan Daud dalam Mazmur pada bacaan hari ini, berlaku bagi kita di mana pun. Apa pun yang menghadang kita, "mata Tuhan" akan terarah kepada kita dan telinga-Nya tertuju "kepada teriak [kita] minta tolong"(Mazmur 34:16). Allah tak pernah melepaskan pandangan-Nya dari kita --DCE JIKA BURUNG-BURUNG PIPIT DIJAGA-NYA MAKA SAYA TAHU TENTU DIA JUGA MENJAGA SAYA --Martin
29 Oktober 2013
Kekaguman menjadi Pujian
Bacaan: Wahyu 1:9-18 NATS: Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib (Mazmur 9:2) Apakah kegiatan terbesar yang dapat menyita waktu? Penyembahan kepada Allah! Penyembahan bukanlah suatu ritual yang terburu-buru, doa-doa rutin, atau mendengarkan musik merdu merayu. Penyembahan adalah pengalaman "hanyut dalam kekaguman, cinta, dan doa," seperti tulisan Charles Wesley. Penyembahan adalah kekaguman yang menuntun kita untuk memuji Dia. Ketika pertama kali melihat Grand Canyon, saya tidak dapat berkata apa-apa. Teman yang mengantar saya ke sana memahami reaksi saya dan berdiri mematung di sebelah saya. Saya terkesima mengagumi pemandangan dahsyat di depan mata dan berpikir, "Inilah sekilas kebesaran Allah". Namun, kekaguman saya itu bukanlah penyembahan. Tanggapan saya berbeda ketika bertatap muka dengan Yesus saat membaca Kitab Suci. Kekaguman saya berubah menjadi pujian ketika saya melihat Dia dalam segala keindahan-Nya. Siapakah yang memelihara jiwa saya? Kesucian-Nya tak bernoda: "Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?" (Yohanes 8:46). Kebijaksanaan-Nya tiada bandingnya: "Belum pernah seorang pun berkata seperti orang itu!" (Yohanes 7:46). Belas kasih-Nya tak terbatas: "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka" (Matius 9:36). Keagungan-Nya luar biasa: "Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka" (Matius 17: 2) Begitu mengenal Yesus yang telah tertulis di dalam Injil, kekaguman saya berubah menjadi pujian. Saya bersujud dalam penyembahan dan berseru seperti Tomas: "Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28) -VCG PENYEMBAHAN YANG SEJATI KEPADA KRISTUS AKAN MENGUBAH KEKAGUMAN MENJADI PUJIAN
Apa yg Anda Katakan
Bacaan: Mazmur 15 NATS: Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela (Mazmur 15:1,2) Pada Santa Clara University di Kalifornia, seorang peneliti melakukan penelitian terhadap 1.500 orang manajer di bidang bisnis, yang menunjukkan nilai yang paling dihargai oleh karyawan dari seorang pemimpin. Para karyawan tersebut mengatakan bahwa mereka menghargai pemimpin yang dapat menunjukkan kompetensi, mampu memberikan inspirasi kepada para pekerja, dan pandai memberikan arahan. Akan tetapi, ada sifat keempat yang lebih mereka kagumi, yaitu integritas. Lebih dari segalanya, para pekerja menginginkan seorang manajer yang memiliki perkataan yang baik, yang terkenal dengan kejujurannya, dan yang dapat dipercaya. Walaupun temuan dari hasil penelitian ini sangat penting bagi para manajer kristiani, temuan ini juga menyampaikan sesuatu bagi setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus. Integritas harus menjadi ciri semua orang yang percaya kepada Kristus, apa pun posisi mereka. Menurut kitab Mazmur 15, kebenaran menjadi inti setiap perkataan dan perbuatan orang kudus. Karena Allah selalu menepati kata-kata-Nya, maka wajar kiranya apabila orang kudus dikenal sebagai orang yang tindakannya sesuai dengan apa yang ia katakan. Kita semua perlu lebih hati-hati dalam menjaga integritas kita. Apakah orang-orang di sekitar kita mengagumi kejujuran kita? Apakah Tuhan melihat kita dengan setia melakukan apa yang kita katakan-bahkan apabila hal itu akan menyakitkan bagi kita? (Mazmur 15:4) -MRD II HANYA DENGAN HIDUP JUJUR KITA DAPAT SEMAKIN BERMARTABAT DI MATA ORANG LAIN
22 Oktober 2013
Itu Pilihan Anda
Bacaan: Yosua 24:1-15 NATS: Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah (Yosua 24:15) Ketika Yosua hampir mendekati akhir masa hidupnya, ia mengumpulkan semua suku bangsa Israel di Sikhem. Dan di sana, dari bibir orang yang hampir mendekati ajal, muncullah suatu seruan yang telah menggerakkan hati banyak orang selama berabad-abad lamanya. Pada kesempatan itu Yosua berkata demikian, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah” (Yosua 24:15). Tantangan yang diucapkan oleh Yosua ini, apabila dilihat dari sudut pandang Perjanjian Baru, akan menyatakan tiga pelajaran yang penting berkaitan dengan keselamatan kita. Pelajaran yang pertama adalah, kita harus membuat pilihan antara Allah dan setan. Apabila kita menolak Kristus, maka otomatis kita akan berada di pihak setan. Yesus pernah berkata, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku” (Matius 12: 30). Kedua, pilihan ini merupakan keputusan pribadi. Yosua mengatakan, “Pilihlah … kepada siapa kamu akan beribadah.” Melalui iman kepada Yesus Kristus, kita bisa dilahirkan kembali dan menjadi anak Allah. Tetapi kita sendiri harus mengambil keputusan secara pribadi untuk percaya. Ketiga, terdapat desakan di dalam seruan ini. “Pilihlah pada hari ini”, bukan bulan depan, bukan seminggu dari hari ini, bukan besok, tetapi hari ini. Apakah Anda sudah mengambil keputusan yang sangat penting ini? Apakah Anda memercayai Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat? Jika belum, lakukanlah sekarang! Ingat, pilihan berada di tangan Anda -RWD SEKARANG WAKTUNYA UNTUK MEMILIH TUHAN BESOK MUNGKIN SUDAH TERLALU TERLAMBAT
20 Oktober 2013
Kedamaian dalam Badai
Bacaan: Yesaya 26:1-4 NATS: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya (Yesaya 26:3) Terkadang hidup ini sepertinya terasa sangat berat. Tubuh yang sakit, keputusan yang sulit, kesulitan finansial, kematian orang yang kita sayangi, atau impian yang hancur selalu mengancam hidup kita. Kita menjadi ketakutan dan merasa bingung. Kita bahkan merasa sulit untuk menaikkan doa karena diliputi oleh keraguan. Kita yang mengenal Tuhan melalui iman pribadi kepada Kristus, dapat merasakan ketenangan ketika berada di tengah badai hidup, meskipun angin ribut pencobaan mengempaskan kita. Kita dapat merasakan kedamaian pikiran dan ketenangan batin. Richard Fuller, seorang pelayan Allah yang hidup pada abad 19, bercerita tentang seorang pelaut tua yang berkata, "Dalam badai yang ganas, kita harus menempatkan kapal pada posisi yang tepat dan menjaganya agar tetap berada di situ." Fuller berkata, "Orang-orang kristiani, seperti itulah yang harus kalian lakukan .... Kalian harus menempatkan jiwa kalian pada satu posisi dan menjaganya. Kalian harus tetap bergantung pada Tuhan; dan ketika berbagai hal menghadang, misalnya angin ribut, gelombang, laut yang membentang, petir, kilat, batu karang, apa pun itu, kalian harus berpegang teguh pada kesetiaan Allah dan kasih-Nya yang tiada akhir dalam diri Kristus." Apakah Anda sedang dirundung masalah? Belajarlah dari pelaut tua tadi. Arahkan pikiran Anda kepada Tuhan. Mintalah pertolongan-Nya, kemudian percayalah kepada-Nya bahwa Dia akan memberi Anda kedamaian di tengah badai yang Anda hadapi (Filipi 4:6,7) -RWD RAHASIA UNTUK MENIKMATI KEDAMAIAN ADALAH MENYERAHKAN SEGENAP KEKHAWATIRAN KITA KEPADA ALLAH
19 Oktober 2013
Syukur
KUNJUNGAN RASA SYUKUR Bacaan: Roma 16:1-16 NATS: Aku meminta perhatianmu terhadap Febe .... Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri (Roma 16:1,2) Berdasarkan penelitian beberapa dokter di Amerika Serikat, menghitung berkat yang Anda terima dapat meningkatkan kesehatan jasmani. Para sukarelawan yang mencatat berkat setiap minggu, lebih jarang mengeluh sakit dan tidak enak badan dibanding para sukarelawan yang hanya mencatat pertengkaran-pertengkaran atau kejadian biasa setiap hari. "Kunjungan rasa syukur" dikembangkan oleh Dr. Martin E.P. Seligman untuk meningkatkan kesehatan emosi yang kuat. Ia memberi anjuran kepada orang-orang agar memikirkan seseorang yang telah membuat perubahan besar dalam hidup mereka. Ia meminta mereka untuk menuliskan kisah tentang bagaimana orang itu telah membantu mereka, mengunjungi orang tersebut, dan membacakan kisahnya keras-keras. Tes itu menunjukkan bahwa setahun kemudian, orang-orang yang melakukan itu menjadi lebih bahagia dan dilaporkan bahwa tingkat depresi mereka berkurang. Bahkan yang lebih penting adalah mereka memikirkan bagaimana cara berterima kasih kepada orang yang berarti bagi mereka! Rasul Paulus memiliki daftar panjang orang-orang yang telah membantunya dan kepada siapa ia berutang budi (Roma 16:1-16). Ia menulis bahwa Febe telah "menjadi pelayan", Priska dan Akwila telah "mempertaruhkan nyawa" baginya, dan Maria telah "bekerja keras" untuknya. Ia menghabiskan waktu untuk menuliskan rasa terima kasihnya dalam sebuah surat kepada jemaat di Roma. Siapakah yang telah membantu untuk membentuk kehidupan Anda? Dapatkah Anda melakukan kunjungan syukur, demi kebaikan mereka dan diri Anda? -AMC RASA SYUKUR JANGAN HANYA DILAKUKAN KADANG-KADANG TETAPI JADIKANLAH SEBAGAI SUATU KEBIASAAN
16 Oktober 2013
Empati
Bacaan: Ibrani 4:14-16 NATS: Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita (Yohanes 1:14) Saya memimpin sekelompok murid SMA dalam perjalanan misi ke Jamaika pada musim panas tahun 2005. Kami hendak membuat taman bermain untuk anak-anak tunarungu di negara kepulauan yang indah tersebut. Banyak dari murid kami pernah mengunjungi sekolah tersebut dan bermain dengan murid-murid di sana. Namun, ada salah seorang murid remaja kami yang memiliki hubungan istimewa dengan anak-anak Jamaika tersebut. Chelsea tumbuh di dunia yang sangat sunyi. Ia tunarungu sejak lahir. Ia tidak bisa mendengar suara apa pun sampai berumur 11 tahun, yaitu sampai ia menjalani cangkok jaringan rumah siput di bagian dalam telinganya. Kini, setelah bisa mendengar 30 persen suara yang ada di sekitarnya, Chelsea dapat lebih memahami orang-orang tuli daripada murid-murid kami yang lain. Ia memiliki rasa empati yang sejati. Empati adalah emosi yang kuat. Empati membawa kita untuk ikut merasakan penderitaan sesama yang mengalami situasi yang sama dengan kita. Emosi tersebut dapat membuat kita memberikan perhatian lebih bagi sesama yang dapat kita ajak berbagi dalam kesusahan atau kesulitan. Teladan sikap empati yang utama adalah Tuhan sendiri. Dia menjadi manusia seperti kita (Yohanes 1:14). Dia benar-benar menjadi seperti kita, hingga Dia memahami pergumulan dan kelemahan kita (Ibrani 4:15). Yesus tahu apa yang sedang kita hadapi sebab Dia sendiri menjalani beratnya hidup ini. Karena kita telah menerima kasih karunia-Nya saat kita menderita, maka kita dimampukan untuk mendampingi sesama -JDB TAK ADA PRIBADI YANG DAPAT MEMAHAMI KITA SEPERTI YESUS
15 Oktober 2013
Air Hidup
12 Oktober 2013
Tetap Semangat
09 Oktober 2013
Sindrom scrabble
Bacaan: Nehemia 8:2-13 NATS: Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti (Nehemia 8:9) Seorang peserta Pertandingan Final Kejuaraan Scrabble Dunia tahun 2005 di London mengatakan bahwa hal yang penting diperhatikan untuk memenangkan lomba ini bukanlah penguasaan kosakata yang baik, melainkan matematika dan daya ingat yang tajam. Seorang wartawan New York Times menggambarkan perlombaan itu sebagai "suatu masa ketika bahasa tidak memiliki arti" karena seorang juara dapat memperoleh angka yang tinggi dengan menggunakan kata-kata bahasa Inggris yang tidak jelas seperti zobo dan ogive tanpa mengetahui artinya. Kita semua rentan terhadap "Sindrom Scrabble", yakni memakai kata-kata untuk memenangkan perdebatan religius tanpa mengerti dan menyatakan maknanya. Ayat-ayat Alkitab justru menjadi senjata untuk menyerang mereka yang tak sependapat, bukannya menjadi kebenaran pengubah hidup yang patut dijalankan. Pada masa-masa yang genting dalam sejarah bangsa Israel, Ezra mengajar umatnya dengan dibantu oleh orang-orang yang membaca Kitab Suci: "Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti" (Nehemia 8:9). Ketika orang menangkap apa yang didengarnya, mereka menjadi sangat sedih atas dosa-dosa mereka, dan selanjutnya mengalami sukacita karena kemurahan hati Allah (ayat 10-12). Kata-kata alkitabiah yang tidak diartikan akan merusak hubungan yang terjalin antara kita dengan Allah dan sesama. Ingatlah bahwa pengertian yang disertai ketaatan akan membawa hikmat, pertobatan, dan sukacita -DCM MEMAHAMI FIRMAN ALLAH SEHARUSNYA MENGHASILKAN KETAATAN TERHADAP FIRMAN-NYA
04 Oktober 2013
Hati Kristus
Bacaan: Lukas 19:37-44 NATS: Sekiranya ... mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang putri bangsaku yang terbunuh! (Yeremia 9:1) Ketika sedang mengisi sebuah survei lewat internet, muncul sebuah pertanyaan, "Hal apakah mengenai Anda yang tidak disangka-sangka oleh orang lain?" Jawabannya adalah bahwa sesungguhnya saya sangat sentimental. Pada saat melihat film, tenggorokan saya akan tercekat ketika irama biola yang mengiringinya mengalun semakin keras, mata para tokohnya mulai berlinang air mata, dan seorang anak lelaki menemukan anjingnya yang telah lama hilang-atau situasi yang mirip dengan itu. Saya menjadi sensitif ketika keadaan-keadaan seperti itu muncul. Memang, perasaan kita mudah hanyut pada saat melihat para tokoh dan peristiwa fiktif. Namun, lain persoalannya ketika kita merasakan kesedihan dan kedukaan mendalam melihat jiwa-jiwa dan berbagai kebutuhan mereka di dunia nyata. Hati yang hancur karena menggumulkan orang-orang yang memberontak, menderita, terhilang, dan patah hati, mencerminkan hati dan belas kasihan Yesus yang menangisi Yerusalem yang suka melawan (Lukas 19:41). Saat umat yang dipimpin Yeremia menjauh dari Allah dan kasih-Nya, ia juga merasa ingin menangis. Ia merasakan beban berat di hati Allah dan juga kehancuran umat-Nya. Menangis tampaknya menjadi satu-satunya reaksi yang tepat (Yeremia 9:1). Pada saat kita melihat kondisi dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan orang-orang terhilang yang ada di sekitar kita, mohonlah kepada Allah supaya kita diberi hati yang mencerminkan hati Yesus Kristus, yaitu hati yang menangis bersama dengan-Nya atas dunia yang terhilang dan kemudian menjangkau mereka dalam kasih -WEC BELAS KASIHAN SEJATI ADALAH KASIH DALAM PERBUATAN
03 Oktober 2013
Rendah Hati
Bacaan: Efesus 4:1-3 NATS: Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dengan saling membantu (Efesus 4:2) Pada 2 Mei 2003, sekolah putri saya, Melissa, memberikan penghargaan yang besar dengan mempersembahkan lapangan atletik baru di sekolah itu untuk mengenang Melissa. Pada upacara untuk menandai pembukaan Melissa Branon Memorial Softball Field, sekolah itu membuka selubung batu peresmian untuk mengingatkan generasi selanjutnya akan seorang gadis yang mengenakan kaus bernomor 11. Pada batu peresmian itu tertulis: "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dengan saling membantu" (Efesus 4:2)-sebuah ayat yang telah Melissa tandai di Alkitabnya. Betapa seringnya dalam hidup ini kerendahan hati dan kelemahlembutan tidak lagi dimiliki. Sebaliknya, kesombongan dan kekasaran menandai ukuran kesuksesan. Namun, Melissa dan teman-temannya dapat bertanding dengan sukses dalam olahraga atletik tingkat sekolah menengah tanpa menunjukkan sifat-sifat tadi. Salah seorang teman satu tim Melissa menulis tentang Melissa: "Sikapmu yang pantang mundur, maju terus, dan pantang menyerah benar-benar membangkitkan semangatku." Itulah cara Melissa dan teman satu timnya bertanding demi kemuliaan Allah, yaitu tanpa kesombongan. Persaingan yang dikendalikan dengan benar dapat berlangsung dengan baik dalam kehidupan kita. Akan tetapi, kita harus senantiasa ingat untuk tetap rendah hati dan lemah lembut dalam segala hal yang kita lakukan. Kita harus mencerminkan karakteristik kehidupan yang serupa dengan Kristus -JDB BERSIKAPLAH RENDAH HATI MAKA ANDA TIDAK AKAN TERANTUK


